ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN BAHAYANYA

ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN BAHAYANYA

 

ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN BAHAYANYA – Dalam kurun waktu September hingga Oktober Tahun 2014 secara bersamaan terjadi kebakaran hutan yang melanda beberapa tempat Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan terkena dampak asap adalah Provinsi Kalimantan Tengah. Meningkatnya polusi asap yang ditimbulkan dari kebakaran ini secara langsung dapat mengganggu aktifitas masyarakat disekitar polusi asap.

ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN BAHAYANYA BAGI KESEHATANTerjadinya penurunan produktivitas masyarakat sering diakibatkan oleh penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh asap, sehingga menjadikan salah satu fokus utama saat bencana asap melanda adalah penanganan masalah kesehatan masyarakat akibat asap. Dalam tulisan ini akan dipaparkan beberapa gambaran mengenai kondisi yang dapat terjadi pada tubuh manusia saat terpapar asap, upaya meminimalisir dampak asap dan lain-lain. Upaya ini bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya bahan kimia asap kebakaran yang terbentuk saat kebakaran terjadi.

Tabel beberapa bahan yang didapat dalam partikel asap kebakaran hutan

Senyawa Kimia Dalam Asap Kebakaran Hutan Dampak Senyawa Kimia
Sulfur oksida (SO2) Iritasi saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan peradangan kronis (lama) pada saluran nafas
Karbonmonoksida (CO) Menghambat pasokan oksigen (O2) untuk tubuh yang bisa mengakibatkan pusing mual, lemas, sesak nafas , hingga tak sadarkan diri
Formaldehide Iritasi pada membran mukosa (mata, hidung, dll), tenggorokan seperti terbakar, kegerahan
Akrolein Salah satu zat racun yang terkandung dalam rokok yang bisa mengakibatkan peningkatan kolesterol, kerusakan pembuluh darah dan stroke
Benzena Memicu nyeri kepala, peningkatan detak jantung, penurunan kesadaran dan merupakan karsinogen (penyebab kanker)
Nitrogen Oksida (NOx) Pembengkakan paru-paru, gangguan sistem saraf, hingga pada dosis (jumlah) tinggi mengakibatkan kejang-kejang
Ozon (O2) Iritasi hidung, mata, tenggorokan, pembengkakan paru, nyeri kepala hebat

 

*Efek yang timbul dari senyawa kimia dalam asap tergantung jumlah senyawa dan keparahan asap

Beberapa masalah mungkin dapat muncul langsung ketika sistem pernafasan atau bagian tubuh lainnya dari manusia terpapar asap. Beberapa masalah yang bisa muncul terkait paparan asap disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan antara lain;

  1. Iritasi mata, hidung, tenggorokan, reaksi alergi, peradangan dan infeksi.
  2. Memperburuk penyakit asma, dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkhitis kronis.
  3. Kemampuan kerja paru dalam menyuplai oksigen berkurang, mudah lelah dan sulit bernafas
  4. Bagi yang berusia lanjut, anak-anak, penderita sakit kronis, ibu hamil akan lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan paru mengatasi infeksi berkurang, hingga rentan terkena penyakit.
  6. Perburukan kondisi penyakit kronis sebelumnya.
  7. Bahan polutan dari kebakaran hutan juga dapat menjadi sumber polutan sarana air bersih dan makanan.
  8. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) lebih mudah terjadi

Dampak-dampak yang diakibatkan oleh asap tersebut dapat menjadi semakin memperburuk kondisi kesehatan jika terpapar dalam jumlah asap yang banyak dan durasi asap yang lama.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak asap bagi kesehatan yang juga disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, antara lain ;

  • Menghindari atau mengurangi aktivitas diluar rumah atau gedung, terutama bagi yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
  • Menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah.
  • Disarankan untuk lebih banyak dan sering minum air putih.
  • Bagi penderita penyakit paru dan jantung mintalah nasihat kepada dokter. Segera berobat jika mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lain.
  • Berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan bergizi, istirahat yang cukup.
  • Upayakan polusi udara luar tidak masuk ke dalam rumah, kantor, atau ruangan tertutup lainnya.
  • Melindungi tempat penampungan air minum, dan tempat makanan.
  • Perbanyak konsumsi buah atau sayur yang telah dicuci atau dimasak dengan baik.
  • Berhenti (stop) merokok.

Dampak polusi asap kebakaran secara umum sering dirasakan oleh manusia di sistem pernafasannya. Walaupun secara umum sistem pernafasan manusia memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang sangat baik dalam menanggulangi gangguan pernafasan, benda asing, bakteri, polusi dan sejenisnya. Akan tetapi tetap diperlukan upaya tambahan secara personal dalam menjaga sistem pernafasan saat terjadi polusi asap. Hal ini diperlukan karena sistem pernafasan memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia, karena melalui sistem pernafasan yang baik kebutuhan oksigen akan terpenuhi dengan optimal.

Akhirnya kondisi asap yang terjadi berkepanjangan ini bisa dikatakan merupakan bencana alam yang timbul akibat ulah tangan manusia (oknum) yang tidak bertanggung jawab. Sehingga dalam pencegahannya bencana asap ini perlu kerjasama masyarakat dalam bentuk pengawasan serta perlu adanya upaya-upaya kesehatan secara personal.

oleh dr. Adrian Almahmudi

(Donatur NF)

Facebook Comments