Bonus Akhir Tahun

Halo Sobat Zakat… apapun kondisinya semoga tetap semangat dan optimis.

Akhir tahun identik dengan penantian penghasilan bonus dari perusahaan sobat bekerja. Bonus akhir tahun adalah penghasilan yang bersifat tidak rutin yang mungkin hanya diperoleh satu sekali setahun bekerja. Pastinya momen yang ditunggu-tunggu bagi sobat yang akan mendapatkannya.

Lalu bagaimana tips sobat setelah mendapatkan bonus akhir tahun. Mungkin untuk
Belanja, kemudian Liburan, lalu ditabung terus Bayar Zakat?

Maka berikut ini kiat sederhana untuk pengelolaan yang ideal sesuai rencana keuangan agar semua rencana dapat keberkahannya.
Pertama, pembayaran kewajiban utama. Kedua, Lunasi utang konsumtif. Ketiga, Alokasikan dana darurat. Keempat, Investasi sesuai kemampuan. Kelima Liburan Deh..

Tips yang pertama tadi dalam kewajiban utama mimin mau mengingatkan menyisihkan bonus untuk kewajiban Zakat apabila Bonus mencapai nishabnya.

Zakat Bonus sebenarnya masuk bagian dari Zakat Profesi seperti yang diistilahkan oleh ulama dengan definisi Zakat yang dibebankan terhadap penghasilan seseoran secara bebas, jika mencapai nishab (85 gram emas setahun). Dari kata “Penghasilan seseorang secara bebas” dapat disimpulkan, bahwa bonus masuk kategori Zakat Profesi.

Misalnya Pak Ilham mendapatkan bonus akhir tahun sebesar 7.500.000 (satu kali gaji) maka zakat bonus yang harus dikeluarkan yaitu : Rp 7.500.000 x 2.5% = Rp 125.000.

Oleh karena itu jika bonus diterima berbarengan dengan Zakat penghasilan maka penghitungannya bisa disekaliguskan. Misal Pak Ilham saat bersamaan mendapatkan Gaji Rp.10.000.000 dan mendapatkan bonus Rp.7.500.000, maka perhitungan Zakatnya adalah 17.500.000 x 2.5% = Rp.437.500. Zakat yang harus dibayarnya adalah Rp.437.500.

Bagi Sobat Zakat yang sudah gajian dan dapat bonus jangan lupa ditunaikan yaa.

Bagikan: