KOLABORASI AMIL ZAKAT BISA ENTASKAN KEMISKINAN DAN PULIHKAN EKONOMI

KOLABORASI AMIL ZAKAT BISA ENTASKAN KEMISKINAN DAN PULIHKAN EKONOMI

Jakarta, (03/11). ZAKAT memiliki peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan, terutama di Indonesia. Zakat merupakan instrumen ekonomi Islam yang berperan meningkatkan kondisi sosio-ekonomi masyarakat, terutama masyarakat yang masuk dalam asnaf zakat.

Berdasarkan outlook data zakat 2021 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), total potensi zakat di Indonesia sebesar Rp327,6 triliun. Maka itu, zakat sangat berpotensi membantu pemulihan ekonomi nasional dan membantu masyarakat miskin.

Salah satu cara memaksimalkan potensi zakat tersebut adalah membuat program kolaborasi lembaga-lembaga zakat yang ada di Indonesia. Dia menyebut, kolaborasi itu yang tengah dibangun oleh FOZ untuk membantu pembangunan negara.

Jika lembaga-lembaga zakat mulai dari yang berskala besar sampai berskala kecil berkolaborasi, maka akan menciptakan program jangka panjang. Dia tak ingin zakat hanya disalurkan dalam bentuk sembako saja. Itu sudah bisa diatasi dengan infak maupun sedekah.

Program dari lembaga zakat juga harus sustainable (berkelanjutan). Proses pemberdayaan masyarakat akan mendapat pengawalan dan pengawasan dari lembaga zakat. Konsep sustainability itu mulai diukur dengan product research agar program-program yang dijalankan berjangka panjang.

Salah satu contohnya, lembaga zakat memberikan modal usaha kepada masyarakat tergolong asnaf. Setelah itu, ada pengawalan dan pengawasan, sehingga modal yang diberikan benar-benar dikelola dengan baik, sehingga pemberdayaan ekonomi bisa tercipta.

Program semacam itu jauh lebih efektif ketimbang penyaluran sembako yang sudah dicover oleh infak dan sedekah. Masyarakat bisa mengembangkan ekonomi mandiri dengan bantuan pelatihan hingga pengawalan dari lembaga zakat.

Disampaikan dalam kegiatan CEO OPZ Forum, Jakarta 2-3 November 2022.

Facebook Comments